Perkelahian antar pelajar bukan persoalan “darah
muda” lagi. Sejak masa dulu tetap ada perkelahian, namun sekarang terjadi
perubahan besar agresivitas atau keinginan kuat pada remaja itu dipengaruhi
kelompok yang biasa menjadi pelaku tawuran. Mereka menjadi berani dan agresif
setelah berkelompok di tambah lagi dengan membawa barang-barang atau senjata
berbahaya.
Mereka yang terlibat tawuran sudah tidak
memikirkan apa-apa lagi selain apa yang harus dikerjakan saat perkelahian itu,
yaitu mengandalkan ego per individu untuk “menghabisi” lawannya. Bisa jadi
persoalan timbul dikarenakan kurangnya ruang publik dan kreasi untuk remaja.
Maraknya tawuran antar
pelajar dipengaruhi oleh kondisi sosial masyarakat yang terus menggerus
karakter para pelajar. Generasi muda disuguhkan informasi yang lebih banyak
mempertontonkan tokoh masyarakat yang berperilaku buruk, jauh dari ekspektasi
yang seharusnya menjadi teladan.
Seharusnya tokoh masyarakat memberi contoh
bagaimana cara sopan santun, menghargai sesama, jujur, dan arif. Tetapi yang
dipertunjukkan justru sebaliknya.




0 komentar:
Posting Komentar